sains.aktuaria@itera.ac.id

Sains Aktuaria Bahas Tuntas Kajian Risiko Kebencanaan di Indonesia

Published by aktuaria on

 

Program Studi Sains Aktuaria menyelenggarakan Seminar Online yang kedua di bulan Oktober, Selasa (20/10/20) dengan tema “Kajian Risiko Kebencanaan”. Seminar Online kali ini mengundang dari kalangan praktisi dan akdemisi yaitu Bapak Andriansyah selaku Group Head Risk Management and Analytics PT  Reasuransi MAIPARK Indonesia dan Ibu Dra. Dumaria R Tampubolon, M.Sc., Ph.D selaku Dosen Matematika/Aktuaria Institut Teknologi Bandung guna memberi gambaran dua sudut pandang dalam kajian risiko kebencanaan. Kegiatan yang dilaksanakan melalui Zoom dan disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Sains Aktuaria ITERA dihadiri kurang lebih 450 peserta dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa, dosen, para praktisi dibidang asuransi, pemerintahan, dll.

Pemaparan kajian risiko kebencanaan oleh Bapak Andriansyah adalah bagaimana perkembangan industri Asuransi dan penelitian gempa bumi di Indonesia dari masa kemasa di mulai dari zaman kolonialisme sampai pada tahun 2020.  PT.Reasuransi MAIPARK Indonesia terlibat di dalam penelitian yang meupakan investigasi gabungan peneliti lintas lembaga bersama ITB, BNPB, BMKG, dan lain-lain melakukan simulasi bagaimana bila terjadi gempa besar di bawah pulau jawa yang mengakibatkan tsunami 20 meter.  Selanjutnya, pemaparan oleh Ibu Dra. Dumaria R Tampubolon, M.Sc., Ph.D yang memberikan gambaran kejadian katastropik yang diakibatkan oleh alam, Asuransi gempa bumi, Model CAT untuk gempa bumi, Loss module, menentukan cadangan klaim, contoh distribusi ekor tebal, dan aktuari dalam suatu perusahaan.

Acara ini diharapkan dapat menambah wawasan dan ketertarikan baik dikalangan akademisi maupun praktisi dalam mengembangkan industri asuransi kebencanaan khususnya asuransi gempa bumi dan penelitian dibidang risiko kebencanaan, dikarenakan potensi Indonesia yang besar dalam risiko tersebut. Mengutip pernyataan bapak Andriansyah bahwa “siapa lagi yang dapat menyelamatkan peradaban, kalau bukan kita sendiri”. [Sains Aktuaria]

Categories: ProdiUncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *