Tingginya minat menjadi aktuaris saat ini memberikan keinginan kuat bagi mahasiswa untuk dapat mencapainya. Tidak hanya berasal dari program studi aktuaria ataupun matematika, namun seseorang yang berasal dari prodi lain juga mampu menjadi aktuaris asalkan bisa lulus menjalani ujian profesi aktuaris.

Program Studi Sains Aktuaria ITERA mengadakan kegiatan Studium Generale Series ke 11 dengan mengangkat topik “Peran Profesi Aktuaris di Industri Keuangan dan Regulator” yang disampaikan oleh Adwitya Idzni Dyah Utami, FSAI, selaku Pengawas Senior KSPA Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan SG ini dihadiri oleh mahasiswa sains aktuaria, mahasiswa ITERA dari program studi lain, serta dosen-dosen aktuaria secara daring pada Jumat, 26 April 2026. Kegiatan ini pun langsung dibuka oleh Dwi Mahrani, S.Si.,M.Si selaku Koordinator Prodi Sains Aktuaria ITERA, dipandu oleh Muklas Rivai, S.Stat.,M.Si selaku Koordinator Kemahasiswaan dan dimoderatori oleh Fuji Lestari, S.Pd.,M.Si selaku Dosen Sains Aktuaria ITERA.

Sebagai pengawasan terhadap jasa keuangan sektor perasuransian, dan pensiun, lembaga pembiayaan dan lembaga jasa keuangan lainnya, profesi aktuaris berada dibawah bidang dewan komisioner ADK 5 (Pengawas Peransuransian, Penjaminan dan Dana pensiun/ PPDP) sehingga setiap perusahaan harus menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang dikeluarkan oleh departemen pengaturan. Aktuaris merupakan seorang ahli yang bekerja di bidang pengukuran dan menajemen risiko serta ketidakpastian dalam usaha. Di Indonesia terdapat asosiasi perkumpulan aktuaris yang dikenal sebagai Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) yang mana aktuaris ini sudah harus lulus dalam setiap ujian sertifikasi yang dikeluarkan oleh PAI. Ibu Tya selaku Pengawas Senior KSPA Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa profesi aktuaris pada OJK memiliki tugas fungsional yang mana tugasnya dapat berkolaborasi dengan setiap departemen PPDP seperti pengaturan dalam perhitungan cadangan, merumuskan PJOK baru, ataupun perizinan produk baru. Kegiatan Studium Generale ini berjalan dengan diskusi yang baik yang mana Ibu Tya lebih banyak menggambarkan terkait profesi aktuaris seperti tahapan ujiannya dimulai dari ASAI (Associate Society Actuaries of Indonesia) menuju FSAI (Fellow Society Actuaries of Indonesia). Ujian terbaru saat ini juga menambahkan terkait ujian praktik berupa data analitik. Selain itu dari Ibu Tya juga menceritakan terkait proses kerja aktuaris, contoh asumsi dan pemodelan yang dilakukan pada bidang aktuaria.

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *